6. PT Bank Negara Indonesia Tbk: Tahun 1946
Berdiri sejak 1946, PT Bank Negara Indonesis Tbk (BNI) merupakan bank pertama
yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah Indonesia. BNI mulai mengedarkan
alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan pemerintah, yakni ORI atau Oeang
Republik Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya
beberapa bulan sejak pembentukannya.
Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional,
sementara hari pendiriannya yang jatuh pada 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank
Nasional.
Menyusul penunjukan De Javsche Bank yang merupakan warisan dari pemerintah
Belanda sebagai Bank Sentral pada 1949, pemerintah membatasi peranan BNI
sebagai bank sirkulasi atau bank sentral. BNI lalu ditetapkan sebagai bank
pembangunan, dan kemudian diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa,
dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri.
7. PT Bank CIMB Niaga Tbk: Tahun 1955
Berdiri pada 26 September 1955 dengan nama Bank Niaga. Pada dekade awal
berdirinya, fokus utama adalah pada membangun nilai-nilai inti dan
profesionalisme di bidang perbankan. Bank Niaga menjadi perusahaan terbuka di
BEI dan Bursa Efek Surabaya (kini Bursa Efek Indonesia/BEI) pada 1989.
Pemerintah Indonesia pernah menjadi pemegang saham mayoritas Bank CIMB Niaga
saat terjadinya krisis keuangan 1997-1998. Pada November 2002, Commerce
Asset-Holding Berhad (CAHB), kini dikenal luas sebagai CIMB Group Holdings
Berhad (CIMB Group Holdings), mengakuisisi saham mayoritas Bank Niaga dari
Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Pada Agustus 2007 seluruh kepemilikan saham berpindah tangan ke CIMB Group
sebagai bagian dari reorganisasi internal untuk mengkonsolidasi kegiatan
seluruh anak perusahaan CIMB Group dengan
platform universal banking.
Dalam transaksi terpisah, Khazanah yang merupakan pemilik saham mayoritas CIMB
Group Holdings mengakuisisi kepemilikan mayoritas LippoBank pada 30 September
2005. Seluruh kepemilikan saham ini berpindah tangan menjadi milik CIMB Group
pada 28 Oktober 2008 sebagai bagian dari reorganisasi internal yang sama.
8. PT Bank Mestika Dharma: Tahun 1955
Bank yang didirikan di Medan, Sumatera Utara, pada 1955 ini merupakan bank umum
swasta devisa, yang kini fokus pada usaha
ritail banking yang
membiayaai UMKM. Sejak berdiri hingga kini, Bank Mestika masih berkantor pusat
di Medan, Sumatera Utara, dan memiliki 10 kantor cabang, 39 unit kantor cabang
pembantu, dan 6 kantor kas, yang tersebar di daerah Sumatera, serta beberapa di
Jakarta dan Surabaya.
9. PT Bank Danamon Indonesia Tbk: Tahun 1956
Danamon didirikan pada 1956 dengan nama Bank Kopra Indonesia. Pada 1976, nama
tersebut kemudian diubah menjadi PT Bank Danamon Indonesia. Pada 1988 Danamon
menjadi bank devisa dan setahun kemudian mencatatkan diri sebagai perusahaan
publik di BEI. Pada 1999, pemerintah melalui BPPN melakukan rekapitulasi
sebesar Rp32,2 triliun dalam bentuk obligasi pemerintah.
Sebagai bagian dari program restrukturisasi, pada tahun yang sama PT Bank
PDFCI, sebuah BTO (Bank Take Over) yang lain, dilebur menjadi bagian dari
Danamon. Kemudian pada 2000 delapan BTO lainnya (Bank Tiara, PT Bank Duta Tbk,
PT Bank Rama Tbk, PT Bank Tamara Tbk, PT Bank Nusa Nasional Tbk, PT Bank Pos
Nusantara, PT Jayabank International dan PT Bank Risjad Salim International,
dilebur ke dalam Danamon.
10. PT Bank Central Asia Tbk: Tahun 1957
Pada 1955, NV Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory berdiri sebagai
cikal bakal PT Bank Central Asia Tbk (BCA). BCA mulai beroperasi sebagai anak
usaha Semarang Knitting Factory pada 21 Februari 1957, dan berkantor pusat di
Jakarta.
Dalam buku
Beyond Banking: Menguak Sukses BCA dalam Perbankan Konsumer di Indonesia, yang ditulis
Hermawan Kartajaya dan Stephen Liestyo, dituliskan, BCA pada awalnya didirikan
sebagai perusahaan tekstil yang berlokasi di Semarang dengan nama NV Perseroan
Dagang dan Industrie Semarang Knitting Factory, pada 10 Agustus 1955.
Modal BCA saat itu sebesar Rp1.050.000 dengan jumlah pemegang saham empat
orang, yaitu Goenardi (54,70%), Soewandi (20%), Aminah Lubis (20%) dan Raden
Aju Sofijah (5,30%).
Kemudian, pada 21 Februari 1957, BCA resmi menjadi sebuah bank, ketika
perusahaan ini merubah namanya menjadi Bank Central Asia NV dan menempati
lokasi di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Barat. Tanggal 21 Februari
itulah yang kini resmi dianggap tanggal kelahiran BCA.
Sumber :
http://www.infobanknews.com/2012/05/10-bank-tertua-di-indonesia/
Comments
Post a Comment